Konten saya dibajak dan etika blogger

Hari ini saya mengalami kejadian yang cukup membuat kesal. Beberapa tulisan yang merupakan hasil pemikiran saya dijiplak dan ditampilkan secara utuh di blog http://www.resep.web.id. Salah satunya adalah tulisan terakhir saya mengenai 12 Langkah menjadi seorang web developer, dijplak abis dan ditampilkan di http://www.resep.web.id/career/12-langkah-menjadi-seorang-web-developer.htm tanpa pemberitahuan dan seijin saya. Memang dia dibagian bawah konten menuliskan thinkrooms.com, tapi tidak ada tulisan yang mengindikasikan bahwa konten tersebut berasal dari saya.

Berikut beberapa konten saya yang saya dapati di resep.web.id:

Saya mencoba menghubungi dengan memberikan komentar di konten saya yang berada di web resep.co.id dengan menanyakan kenapa tidak ada pemberitahuan ke saya dan mohon untuk mengubah kontennya jangan full dijiplak, tapi sebagian saja dan berikan link ke konten saya untuk membaca konten secara keseluruhan. Tapi apa tanggapan yang saya dapat sungguh membuat makin kesal. Bukannya memperbaiki dan meminta maaf, tapi justru malah mengambil contoh dari web lain yang serupa seperti CBN dan studiohp yang mengambil konten berita dari detik.com yang tidak mempermasalahkan hal tersebut Malah menyebut bahwa website besar saja tidak masalah dengan hal tersebut kenapa web kecil selalu ribut. Berikut adalah kutipan dari tanggapan resep.web.id

Trims Komennya
Saya liat di situs2 besar
cbn, kompas, studiohp, rileks,  hanya mencantumkan sumber, domain saja !
kenapa di situs menengah kebwah selalu ribut soal pencantuman url lengkap
sebagai ref anda :

CBN, artikel dari detik : http://cybernews.cbn.net.id/cbprtl/Cybernews/detail.aspx?x=Regional&y=Cybernews|0|0|11|886
Studiohp, artikel dari detikinet.com : http://studiohp.com/news_detail.php?id=9412⊂=all

—– Original Message —– From: “yohan” <wordpress@resep.web.id>
To: <support@resep.web.id>
Sent: Saturday, June 28, 2008 10:17 AM
Subject: [resep.web.id] Comment: “Dasar-dasar Search Engine Optimizing (SEO)”

New comment on your post #3634 “Dasar-dasar Search Engine Optimizing (SEO)”
Author : yohan (IP: 221.132.222.167 , tselnode-167.telkomsel.co.id)
E-mail : tyohan@gmail.com
URL    : http://thinkrooms.com
Whois  : http://ws.arin.net/cgi-bin/whois.pl?queryinput=221.132.222.167
Comment:
Ini juga masih punya saya….. tolong diubah hanya sebagian kecil dan mencamtumkan link ke artikel sebenarnya bukan hanya tulisan domain saya. Itu klo anda masih ingin menampilkan artikel ini bila tidak silakan dihapus dari web anda.

You can see all comments on this post here:
http://www.resep.web.id/komputer-internet/dasar-dasar-search-engine-optimizing-seo.htm#comments

Apa respon saya? Saya membalas email dengan isi sebagai berikut:

Mo tau kenapa saya peduli dengan hak intelektual saya?

  1. Anda sedang mengambil konten siapa sih? Konten detik ato konten saya. Tidak semua pemilik sama dan kalau anda tau etika pasti akan memberitahu bila anda MENJIMPLAK konten orang lain, lagian yang dipasang di referensi yang anda berikan tuh berita smua bukan artikel hasil pemikiran orang. Semua orang bisa nulis berita terlepas dari kualitasnya, tapi tidak semua orang bisa menulis artikel yang merupakan hasil pemikirannya. Berita tidak sama dengan artikel.
  2. Bila web anda ingin populer dengan konten milik orang lain hargailah pemiliknya. Contohnya lintasberita.com dan infogue.com, mereka tidak menJIPLAK konten secara keseluruhan tapi hanya sebagian dan memberikan link ke konten sebenarnya. Mereka menghargai hak intelektual orang lain.
  3. Perbuatan anda menjiplak secara keseluruhan konten saya bisa berimbas pada indexing search engine web saya. Dengan duplikasi konten yang sama persis maka besar kemungkinan konten web saya akan di banned oleh search engine.
  4. Dan yang pasti bukan masalah apakah website besar atau website kecil, bukan berarti bila website besar tidak peduli berarti website kecil juga tidak akan peduli akan masalah hak intelektual. Bila anda sudah menjadi website besar karena website kecil, bukan berarti bisa seenaknya mengambil konten website kecil.
  5. Anda mencari uang mengandalkan konten milik orang lain yang tidak tahu bahwa konten miliknya digunakan untuk mencari pemasukan dengan memasang iklan dari website anda. Suatu pelanggaran hak intelektual. Bukan saya ingin ingin meminta imbalan atas konten saya yang mungkin tidak ada yg membacanya. Namun saya tidak ingin konten saya DIJIPLAK tanpa sepengetahuan saya.

Kalau melihat tanggapan dia maka saya menyimpulkan bahwa tidak ada indikasi baik dari resep.web.id untuk menyelesaikan hal ini dengan baik. Sebelumnya saya meminta dia untuk hanya menulis sebagian saja dan membuat link full ke artikel sebenarnya. Karena duplikasi konten yang full dijiplak akan merugikan saya karena besar kemungkinan tulisan saya akan dibanned oleh search engine. Kalau yang mengerti SEO pasti mengerti maksud saya kenapa saya tidak ingin dijiplak secara keseluruhan. Saya menanggapi bahwa saya tidak sama dengan detik atau penulis lainnya yang tidak mempermasalahkan tulisannya dijiplak begitu saja. Atau mungkin penulis yang dijiplak tulisannya belum tahu kalau tulisannya dijiplak? Bila seseorang bisa mengambil konten dari web lain tanpa ijin bukan berarti orang tersebut dapat menjiplak tulisan saya tanpa sepengetahuan saya karena tulisan di blog ini milik saya.

Apakah etika tidak tertulis begitu susah untuk dipahami. Atau karena tidak tertulis maka orang tidak tahu akan etika blogger. Tidak usah jauh-jauh berpikir bagaimana sih etika seorang blogger. Masalah hak intelektual sepertinya sudah cukup menjadi dasar seorang blogger menghargai blogger lainnya. Menurut saya cukup dengan saling menghargai maka akan saling memajukan para blogger. Dan berikut adalah panduan etika yang menjadi pegangan saya menulis di blog ini:

  1. Apakah tulisan para blogger bisa dikategorikan sebagai hak intelektual? Tentu bisa karena tulisan para blogger merupakan hasil pemikirannya walaupun tentu pasti ada referensi dan acuan yang menjadi inspirasi, sumber, serta motivasi blogger untuk menulis tulisan tersebut.
  2. Kalau memang tulisan blogger merupakan kekayaan intelektual apakah tulisan yang mudah di copy-paste tersebut dapat diambil dan dipublikasikan tanpa seijin pemiliknya? Tentu tidak, semua kekayaan intelektual yang ingin diambil dan dipublikasikan kembali harus meminta ijin dari pemiliknya. Walaupun di dunia web kita tidak dapat mencegah pengunjung menyimpan dan dan meng-copy konten kita tapi sepanjang dia tidak mempublikasikan ulang secara utuh maka hal itu dapat ditoleransi.
  3. Apakah kita boleh menulis pendapat kita mengenai orang lain? Boleh namun kita tidak boleh menulis review, pendapat, pandangan terhadap seseorang, instansi, atau produk bila kita tidak dapat mempertanggung jawabkan. Kita tidak berhak menghakimi sesuatu, seseorang, atau lainnya bila tidak didasari bukti jelas yang menguatkan pandangan kita. Karena jangan sampai tulisan kita menjatuhkan orang lain hanya karena kita berpendapat tanpa bukti jelas.
  4. Apakah kita bebas menerjemahkan tulisan orang lain ke bahasa lain? Bila anda menerjemahkan secara keseluruhan maka anda harus meminta ijin terlebih dahulu kepada pemilik tulisan, namun bila anda hanya menerjemahkan sebagian atau hanya menjadikan referensi saja maka anda cukup mencamtumkan alamat ke tulisan aslinya asal tulisan yang anda kutip kecuali sudah jelas di webnya bahwa pemilik tulisan tidak ingin dikutip, atau diterjemahkan, atau dipublikasikan sama sekali walaupun hanya sedikit saja.

Itulah yang menjadi dasar saya dalam menulis di blog ini. Diharapkan dengan etika dan aturan tidak tertulis tersebut maka saya tidak akan merugikan orang lain khususnya blogger lainnya.

Update:

Kasus ditutup dengan baik. Resep.web.id telah menghapus konten milik saya di websitenya. Semoga kejadian ini tidak terulang lagi.  Berikut adalah percakapan kami melalui email:

Resep.web.id:
dari pada ribet di hapus aja yach
dah di delete silakan cek… kl masih ada tulisan anda di resep.web.id yg belum saya delete silakan konfirmasi

Jika sebelumnya anda sempat cuap2 silakan di ralat juga, atau kasih pemberitahuan kalau tulisan anda sudah kami delete

Trims

resep.web.id:
seep dech, dah di delete
PEACE

oh ya… copyright… perlu didaftarin ga yach?
daftarinnya kemana?
Thanks

thinkrooms:
copyright=hak cipta atau hak pengarang. tidak perlu didaftarkan
sepanjang karya kita murni karya pribadi bukan plagiat.

atas kerjasamanya saya ucapkan terima kasih.

thinkrooms:

http://www.resep.web.id/komputer-internet/dasar-dasar-search-engine-optimizing-seo.htm

tuh masih ada.. mohon di delete, terima kasih.

Walaupun masih ada 1 konten tertinggal saya anggap kasus telah selesai dengan harapan 1 konten milik saya yang masih tersisa segera dihapus. Terima kasih atas kerjasamanya

Update terakhir:

Kasus dianggap sudah selesai dan Thinkrooms.com tidak ada kaitan lagi dengan resep.web.id. Bila ada sebab dan akibat yang ditimbulkan dari tulisannya mohon maaf sebesar-besarnya. Saya hanya mencoba menulis fakta yang saya alami dan tidak bertujuan untuk merugikan pihak lain. Tulisan ini dianggap sebagai pelajaran dan tidak dapat dihapus dari blog ini.

Bila anda pengunjung yang masuk ke blog ini karena keyword tertentu pada search engine anda dan tidak menemukan apa yang anda cari saya juga memohon maaf. Atas perhatian dan kerja sama semuanya saya ucapkan terima kasih.

We have 70 comments in this post, add more by leave yours below.

  1. sip bos. Jaya terus, lawan pembajakan…

  2. Wah makasih sudah mau bersuara keras dan tidak kena rasa malu yg ga pada tempatnya (hehe…maksudnya kan org biasanya klu dibilang gitu aja ribut trus malah malu dan diem, pdhl yg mustinya malu pihak yang ngomong ‘gitu aja’ haha!) Dan thanks juga untuk penjelasannya ttg dasar pemikiran dan ulasannya ttg etika, saya jadi ‘ngeh’ oooh harus begitu (^_-).

    Thanks!

  3. resep.web.id memang bangsat abis bang ( sorry kata kasarnya ) tetapi ini realitas

    mereka mendapat trafik dari lintasberita.com berapa banyak dari hasil konten curian

    bukan masalah duitnya tetapi ini masalah etika

    harusnya dilaporin aja ke lintasberita suru ngeban tuh user enak aja dapet trafik gratis trus

  4. Yah, gitu deh namanya “dunia maya” yang semua serba instant jadinya kalo ada tukang jiplak memang ngeselin banget, konten blog saya juga pernah di jiplak abis tapi akhirnya malah berbuah manis kok :)

    Inilah gunanya social networking, alias perluas jaringan sobat di internet jadi kalau ada yg jiplak isi blog lagi and kebetulan ada network kita yang liat bisa kasih saling memberitahu ke yang punya artikel aslinya.

    Maju terus blogger Indonesia! Tambah pinter and tambah saling menghargai antar sesama blogger ;)

  5. Ya begitulah beragam trik menjadi populer. Bahkan ada yang menghalalkan segala cara termasuk cara yang ngelanggar etika. Seperti parasit yang hidup dari yang lain. Bahkan beberapa web yang diduplikasi kontennya oleh yang tidak bertanggung jawab malah balik dituduh bahwa dia menjiplak konten lain hanya karena masalah populeritas yang lebih rendah dibandingkan si penjiplak.
    Social networking sangat baik mendukung perang terhadap para plagiaters, semoga bisa saling membantu untuk kemajuan bloggers.

  6. wah aplaus aplaus.. berani membela hak dan menegakkan peraturan2 yang walaupun tak tertulis tapi tetep harus dituruti.

    lewat kasus ini, gw jadi tambah wawasan nih, semisalnya di lain hari content blog gw juga dijiplak abis ^hehehe walo tau klo content gw ga bakal bikin orang tertarik wakakak^

  7. Yupz mas…. Semoga aja… mas sabar yah dan semog yang asal jiplak Mengerti dengan hak kita dan menghargai….

    Enak banget yah populer dari hasil copy paste… tapi itu adalh suatu kesalahan

    saya salut ma mas.. berani bersikap tegas

  8. Terima kasih semua atas dukungannya. Semoga menjadi pelajaran buat semua.

  9. saya juga sering di copas mas :(

    capek ngebilangin para plagiat…. mudah-mudahan aja yang pada gak ngaku kena ganjarannya :D

  10. Ya begitulah dunia internet Indonesia. Masih banyak orang yang ga punya etika. Memang masih terlalu keras.. Tapi hal ini jangan dijadikan penghalang untuk terus berkarya.

  11. Eh liat de alexa trafficnya resep.web.id, masuk top 50K!!! Gila, enak banget ya dia, tinggal comot source kanan-kiri gitu. Hmmmm, ironis… Harusnya dia bagi2 penghasilan ma source artikel nya..

  12. Ya begitulah, mo gimana lagi. Tapi Yang diatas maha adil kok, tar juga kecipratan deh. Tapi dengan cara lain.. Hehehe..

  13. Masalah ini dah selesai, tulisan http://www.thinkrooms.com sudah saya delete. Silakan delete juga : Konten saya dibajak resep.web.id dan etika blogger. Jangan Pakai bawa-bawa tuhan segala dong. Hal biasa copy tulisan orang kan? Asal di tampilkan sumbernya!

  14. Lupa, silakan baca : http://www.resep.web.id/kirim-resep
    NB : Hampir semua artikel/tulisan/content dari resep.web.id di copy/diambil dari sumber tertentu/sumber lain, dan pada bagian bawah untuk setiap content tersebut kami tuliskan sumbernya. Jika ada yang keberatan jika tulisan/artikel anda menjadi content dari resep.web.id silakan hubungi kami di Email : support@resep.web.id

  15. Mohon maaf, tulisan ini tidak dapat dihapus karena mengandung pesan lain selain masalah diatas. Diantaranya etika tentang blogging.

    Tapi untuk tambahan saya tambahkan sedikit update ke konten ini.

    Ya kalau mengucap syukur bakal kecipratan rejeki kan ga ada salahnya nyebut Yang Di Atas. Kan itu semacam doa juga.

  16. seep dech, kayaknya mang nyari ribut elo yach
    tq dech, atau pengen ngetop bawa2 nama resep.web.id terus, saya liat ada beberapa artikel dari http://www.thinkrooms.com yang di ambil juga sama blog lain .. ga gitu2 banget pembahasannya. seep dech bye. Sukses dech buat elo!!

  17. Jangan gitu donk, bukan nyari ribut. Cuman ga mungkin tulisan ini dihapus. Karya tulis tuh dibuat juga pake waktu ma pikiran. Masa mo dihapus begitu saja.

    Masalah ada tulisan di blog lain yang dicomot dari blog saya ga tau. Kebetulan aja resep. web.id ada teman yang ngasih tau. Siapa tau mas mo melaporkan ke saya saya terima dengan senang hati. Saya kirim komentar ke dia. Klo tidak dibalas, dikirim email. Kalo nggak baru saya publish disini.

    Masalah pembahasan saya pikir wajar aja Mas, saya cuma mempublish email yang ada. Tidak mengarang dan memutarbalikkan fakta.

    Mo nebeng ngetop sih ga ada niat Mas. Apalagi merugikan. Bukanya kalo blog saya ngelink ke resep.web.id justru link building. Makin ngetop deh resep.web.id. Walaupun linknya dari web kecil seperti ini. Saya ga minta link balik kan? Jadi ga nebeng ngetop Mas. Sukses juga deh buat resep.web.id.

    Salam blogger,

  18. heheheh… dilihat dari tread awal.. lama juga yak.. kagak kelar kelar ;)

    yaaah dunia copy paste dah lumrah di lakukan di dunia maya, terlebih lagi di dunia nyata :)

    kemampuan orang bisa di lihat dari cara bicara orang dan artikel yang dibuat atau hanya copy paste doank :) , orang yg membaca artikel buat kita, bisa menilai sendiri mana yang pantes due endas :)

    jadi buat gue mah kalo artikel gue sendiri di jiplak kagak masalah.. meski kagak di cantumin alamat url asal. Toh buat gue mah bikin artikel semudah membalik telapak tangan :)

  19. Ya sebenarnya sih dah beres, cuma ada pihak yang kurang puas. Buat saya sih sudah selesai.

    Masalah ngejiplak konten sih pandangan orang pasti beda-beda. Namun buat saya kalau dijiplak full saya sangat keberatan, namun klo cuma dikutip, ato sebagian dan diberi link ke sumbernya tanpa ijin juga ga masalah.

    Masalahnya kalau konten kejiplak full bisa-bisa website aslinya yang di banned oleh search engine. Jadi rugi deh, lagian kemampuan nulis artikel orang juga berbeda. Buat saya waktu saya yang digunakan menulis artikel-artikel di website ini juga cukup berharga.

    Btw makasih komentar dan kunjungannya.

  20. Kebetulan nih, langsung aja mo izin ngutip beberapa artikel bagus di sini utk website mifta.org ya bos. Ane copas 1-2 paragraf, trus linkback ke sini. Boleh ya..

  21. Silakan kalau ingin mengutip sebagian konten dari artikel di blog ini. Dan mohon kerja samanya untuk link back ke artikel aslinya. Terima kasih kerja samanya.

  22. Pendapat orang mengenai kopi paste memang tidak semua sama.
    Bukan tidak ingin blog ini berguna untuk semua. Justru tujuan saya publikasikan tulisan saya supaya berguna buat yang lain. Namun tentu supaya saya tetap termotivasi untuk menulis adalah penghargaan para pengunjung terhadap blog ini. Penghargaan itu bisa berupa komentar, kunjungan rutin, atau dengan tidak melakukan kopi paste secara keseluruhan.

    Kalau kita menulis dan kita tidak tau apakah ada yang membaca tulisan kita atau tidak karena tulisan kita telah muncul di sumber lain tanpa kita ketahui kemungkinan motivasi menulis juga akan berkurang karena apa gunanya menulis untuk orang lain kalau tidak ada yang baca.

    Kurang lebih seperti itu, tapi kalau ada pembaca blog ini yang tidak sependapat hal itu adalah biasa. Bukankah perbedaan itu indah?

  23. hahaha.. si resep.web.id dia gak punya net-ethiquette

    ditegor sama yg punya konten kok malah ngotot.
    orang baru kali. hehehehe

    klo mau fair bikin konten sendiri dong. lha wong copy paste kok malah nyolot.

  24. @tyohan : Yang gue tau seh perbedaan bikin ribut tuh, bukan indah :D . Tuh contohnya nonton berita di tv sesama anggota dalam satu partai politik ajah dah ribut, gemana mo ngurus rakyat kalo dah kepilih nanti :)

    @darkamn : hmmppfff… mo numpang tawa doank hehehe :)

  25. berakhir dengan damai nih….
    Peaceeee

  26. hehe

    saya juga beberapa kali diginiin (tulisan dikopi paste, bahkan dijual).

    yang paling parah adalah dari indoskripsi.com, yang (adalah) menjual skripsi orang. salah satu korbannya adalah saya, hehe…

    andai saja, ada lembaga antiplagiarism di indonesia
    hehe

  27. ane sependapat ama thinkrooms aja ah, bikin artikel itu gak gampang lo, yang harus adalah “MENGHARGAI HASIL KARYA ORALNG LAIN!!!!

  28. makanya kebiasan emang harus di rubah. jgn cuma copi paste tapi sekarang tuh jamannya : copy-paste-edit

    Banyak cara yang bisa kita gunakan untuk membuat tulisan dengan ide dari tulisan orang lain. dan gak akan ada yg tau kalau tulisan itu bukan murni ide kreatif kita, kecuali kita sendiri saja yg tau. Emang sih gak kreatif bgt ,tapi bagi orang yg sibuk. ide ini bisa di pakai. dan telah sy gunakan. sampai saat ini belum ada yg complain. Terlepas dari konteks mental dan hati nurani. Ini masalah teknis dan prosedur saja.

    Caranya :
    Anggap saja kita sedang bikin opini untuk surat kabar dengan sumber dari tulisan opini orang lain yg sudah dimuat di surat kabar. Tentu kita akan menyalin dan menulis kembali dengan bahasa dan alur kita sendiri, biar bisa di muat di surat kabar tersebut, Berbagai macam kata kita ganti dengan istilah kita sendiri, judul pun kita permak dengan nuansa yang beda, alur opini bisa kita balik, sudut pandang bisa kita ganti, dll

    Atau anggap saja kita mau bikin buku tentang Bikin Blog di Internet, biar gak cape mikirnya, coba beli sebuah buku baru tentang Bikin Blog di Internet, dgn metode yg sama, kita bisa punya buku baru yang tentu saja beda dan bisa kita jual ke penerbit.

    Jangan terlalu “serem” dgn istilah copy paste, karen itu bisa kita siasati dengan copy paste edit. Beres deh.

  29. semoga tukang copas itu gak copas blog yang lain dehh…
    tukang c0pas == blgger tidak punya sopan santun
    salam..

  30. Semoga ini menjadi pelajaran bagi kita semua, terutama bagi saya blogger pemula nic…he he.he

  31. sabaaar…..sabaarr…mas
    buat yang bajak jancok buat kamu….
    yang penting kan masih dalam negeri…

  32. kalo kopas dan linknya sumbernya utuh gimana mas soalnya saya juga pemula. ga’ tau efek kopas akan di banned sama om gogel

    • Mending anda menulis review tentang tulisan orang lain kemudian merujuk konten utuhnya ke sumber sebenarnya. Cara ini udah banyak dilakukan di blog-blog luar tuh. Liat aja mashable.com, techcrunch.com, atau readwriteweb.com. Mereka tidak pernah menulis secara utuh konten yang mereka peroleh dari web lain. Tapi mereka menulis review tentang konten tersebut dan merujuk ke konten sebenarnya.

  33. weleh2…duplikat content emang sering terjadi dimana2.. ya kita mencoba aja mereview ulang and kasih tau dari mana sumber aslinya. habis itu check deh di copyscape.com.

  34. sebuah contoh yang menarik untuk saya bawa di kuliah etika sistem informasi. Numpang ijin untuk menjadikan kasus ini sebagai salah satu pembahasan ya mas.

    terima kasih

  35. salam kenal unt mas yg pny thinkrooms dan temannya resep.web.id

    Perkenalkan, saya adalah mahasiswa dari dosen yang id-nya “imaw”. Ni baru pulang kuliah, kebetulan baru bahas pengalaman anda sebagai bloger dan penulis yang sejati.

    Jujur pada saat dosen saya menunjukkan halaman blog anda yang sempat menjadi korban plagiatisme, betul kata anda. Saya jd penasaran dengan isi blog resep.web.id. Dan kayaknya blog resep.web.id jg ikut terkenal karena rasa penasaran orang.

    Dalam kasus ini, anda ingin resep.web.id untuk mematuhi aturan-aturan dalam menulis, memberi referensi lengkap ato sejenisnya. resep.web.id juga sebaiknya profesional, jangan membela diri klo terbuti salah, toh thinkrooms hanya mengingatkan, bukan menjerat hukum UUD ato sejenisnya (anda harus bersyukur mas resep.we.id)

    Saran saya ni..
    Mas thinkrooms kan sudah menerima haknya tentang konten-konten yang di jiplak yaitu dihapus, mas thinkrooms kan juga udah menghukum mas resep.web.id seperti ini. yaaa mungkin mas thinkrooms benar-benar slh satu orang yang menghargai etika sebaiknya juga memberikan kesempatan untuk resep.web.id unt bertaubat, klo mas thinkrooms membuat masalah seperti ini terus maka kasian mas resep.web.id-nya.
    Yaaaa… klo mas thinkrooms tidak mau menghapus halaman yang membahas ini dengan alasan sebagai referensi orang lain jika ingin mengutip tulisan seseorang, sharing knowledge ato apalah namanya. Gimana klo masalah ini tetep ada tapi disamarkan objeknya(resep.we.id) jadi apa gt, contoh: blog kolangkaling.we.id atau apa gt….. Jadi mas resep.web.id bisa exist dengan syarat (BERTAUBAT), dan tidak mengurangi pengunjung blognya karena diCAP isi kontenya COPY-PASTE..

    Thanks udah boleh nimbrung, palg diterima sarannya demi untuk memajukan bloger indonesia. Mereka yang ingin berbicara tentang ILMU

    • Terima kasih untuk berkunjung dan meninggalkan komentar panjang lebar namun berisi. Saran yang sangat baik, tapi walaupun saya ingin mengimplementasikan bagaimana dengan komentar-komentar yang juga menuliskan resep.web.id? Sebenarnya saya sudah mengubah sedikit seperti judul yang teks resep.web.id saya hilangkan. Tapi untuk para komentator tetap saja mereka menuliskan lengkap. Dan anda juga menulis lengkap bukan? Bagaimana tuh?

  36. semoga semua menjadi pelajaran berharga buat kita

  37. Jangaaann… jangan di hapus konten ini… kan jadi bahan referensi dan bahan bacaan :D

  38. gila seru abis nih.. ikut gabung mas saya blogger baru niyh.. bikin tulisan tuh emang gak segampang balikin telapak tangan atau bahkan segampang copy-paste kaya resep.web.id (maap). jadi yang namanya ‘etika blogger’ atau juga ‘kekayaan intelektual’ tuh mesti bener2 ‘dihargai’!!
    salut buat thinkrooms..!!

  39. Tinggal hubungi tmn2 yg suka perang2an dgn situs2 israel. Suruh mereka nyelesaiin urusan “dalam negri” yg satu ini. Kalo targetnya udah jelas kan malah enak :D

  40. akhirnya damai juga…

  41. Saya baca komentar malah jadi pengin nulis juga nih.
    Mas thinksrooms.com saya numpang nulis ya…
    Ya syukurlah kl antara mas thinkrooms.com dengan resep.web.id sudah damai, semoga sudah sampai titik (.) damai. Saya membaca komentar teman-teman blogger jd gimana gitu, gak bisa di ungkapkan. Yang tadinya mas thinkrooms.com sudah menyatakan damai di awal dan titik (.) / sudah gak ada permasalahan, malah mas thinkrooms.com jadi terpancing oleh komentar, walaupun sudah damai tapi kesannya belum damai. Kenapa kok kesannya belum damai ?, karena resep.web.id masih merasa di hina-hina, dan resep.web.id di dalam hatinya : katanya sudah damai kok saya masih di hina-hina sih. Tapi saya yakin mas thinkrooms.com memang benar-benar sudah damai. Saya bukan maksud membela.
    Sudah ya mas thinkrooms.com jangan di bahas lagi.
    Teman-teman tulisan saya ini jangan di anggap saya sok benar ya, karena tidak ada orang yang 100 % benar. Terimakasih

    • Hahaha…. bukan begitu bagi saya sih udah damai kok. Tapi cuma sekedar menjawab komentar yang ada. Tapi bagi saya tidak ada dendam di dalam hati. Hehehe..

  42. Kalau ngambil konten dari buku dan ada yang di edit sedikit di gambar / tulisannya, dan di bagian bawah konten, saya tulis Author: nama pengarang. Apakah saya membajak ?

    • Kalau menurut saya sih kalau anda menulis seluruh isi buku tanpa ijin sang penulis tentu anda sudah membajak buku itu walaupun anda mencamtumkan sumbernya di bawah konten. Tapi bila anda hanya mengambil sebagian saja itu bukan menjiplak tapi mengutip.

  43. Heyyy… aq suka sama pemaparan mu tentang dunia blogging, pernah terpikir untuk bawain acara workshop ga ? klo Ya, tolong contact aq.. okay ? Tx…

  44. Aku punya trik baru buat menjebak para plagiat. Mau?

    • Caranya dengan menyisipkan tag html yang di hidden dengan css. Jadi tag html itu cuma di hidden di website anda karena css-nya juga cuma di load di website anda. Begitu di masukkan di web lain maka munculah tag html itu yang isinya teks plagiat. Ide menarik.. Terima kasih..

  45. toting toting…. coba deh inget2, apa waktu kamu bikin skripsi tidak menjiplak punya orang….?

    • @Ahelu, tidak tuh. Ga percaya? Saya berani ngasih Tugas Akhir saya. Karena Informatika ga punya skripsi. Dan silakan cari yang saya jiplak kalau ada. Aplikasi aja bikin sendiri gimana mo ngejiplak apa tuh?

  46. Ma’af disini saya tidak kepada si penjiplak maupun yang di jiplak:

    # Pada dasarnya Kita semua terlahir di dunia ini kemudian berkembang karena adanya suatu jiplaan ,( silahkan Korecsi)
    # Mengapa Kita menjiplak , Karena kita di beri kemampuan Menjiplak (tak ada alasan lagi untuk membantah)
    # Apakah saya menjiplak ? jawabnya Harus Ia karena kita terlahir belakangan dan bukan peletak batu pertama dalam segi apapun.
    # Apakah saya bersalah dalam menjiplak? tidak ada yang menyalahkan Tetapi kita bakal dimintai pertanggungan jawab oleh orang yang di jiplak.
    # kalau tidak dimintai pertanggungan Jawab?
    Maka penjiplak mempertanggung jawabkan segala yang di jiplak sendiri .
    # jadi bagaimana kontroversi ini..
    agar kita aman menjiplak mesti mencantumkan sesuatu penguat dari yang di jiplak . katakan bahwa maksud baik pejiplak adalah mengembangkan ,,
    # Ilmu tak berjalan Tanpa ada penjiplak dan yang di jiplak . terima kasih

    • Ya beda persepsi arti dari kata menjiplak, jadi saya tidak ingin beradu argumen. Karena bagi saya jiplakan berbeda arti dengan referensi, dan contoh. Dan ilmu masih bisa berkembang dengan berbagi, tanpa harus menjiplak.

  47. kalo kita mah sah sah aja kaleee,,,,
    menurut gw dengan era yang sekarang mah kudu pinter copy mengcopy masalahnya untuk “penciptaan” agaknya amat sulit, monnggo aja kalo mau “penciptaan” ya ntu resikonya, (di jiplak}

    ana setuju dengan

    Mundo idiot

    Ma’af disini saya tidak kepada si penjiplak maupun yang di jiplak:

    # Pada dasarnya Kita semua terlahir di dunia ini kemudian berkembang karena adanya suatu jiplaan ,( silahkan Korecsi)
    # Mengapa Kita menjiplak , Karena kita di beri kemampuan Menjiplak (tak ada alasan lagi untuk membantah)
    # Apakah saya menjiplak ? jawabnya Harus Ia karena kita terlahir belakangan dan bukan peletak batu pertama dalam segi apapun.
    # Apakah saya bersalah dalam menjiplak? tidak ada yang menyalahkan Tetapi kita bakal dimintai pertanggungan jawab oleh orang yang di jiplak.
    # kalau tidak dimintai pertanggungan Jawab?
    Maka penjiplak mempertanggung jawabkan segala yang di jiplak sendiri .
    # jadi bagaimana kontroversi ini..
    agar kita aman menjiplak mesti mencantumkan sesuatu penguat dari yang di jiplak . katakan bahwa maksud baik pejiplak adalah mengembangkan ,,
    # Ilmu tak berjalan Tanpa ada penjiplak dan yang di jiplak . terima kasih

    kalo mau copy Free mas di sini http;//bangbom.blogspot.com

    • Sah itu sih menurut anda, dan bagi saya karya itu harus dihargai. Mungkin yang tidak pernah mencipta tidak akan pernah mengerti. Tapi yang hanya mengkopi atau menyalin dari sana sini dan kemudian dipublish sih itu bukan karya, cuma sekedar tulisan biasa yang semua orang bisa melakukan. Tapi coba kalau anda mencipta, dengan pikiran anda walaupun dengan beragam referensi atau sumber inspirasi tapi itu bukan menyalin, tapi mencipta sebuah karya.

      Pernah terpikir ga sih, kalau anda tidak menghargai hasil karya orang lain dan para pencipta menjadi tidak bisa berkarya karena karya mereka selalu dijiplak dan diklaim sebagai karya orang lain. Apa nantinya yang bisa anda jiplak kalau tidak ada yang diciptakan lagi. Apa lagi yang mau anda kopi kalau tidak ada karya baru yang muncul. Mungkin tidak, karena anda belum menjadi pencipta karya, tapi hanya sekedar pembaca yang mampir di blog saya. Terima kasih.

  48. kebetulan saya juga seorang blogger, memang menyebalkan kalo artikel yg kita bikin dikopi orang mentah2 apalagi tanpa ada pemberitahuan terlebih dahulu. Kalo saya lihat khususnya di Indonesia memang masalah jiplak menjiplak dianggap biasa saja, dan menurut saya ini sangat menyedihkan dan memalukan. Mari kita mencontoh etika blogger-blogger dari luar. Singkatnya sesama blogger mestinya saling menghargai satu sama lain. salam

  49. sory telat
    Saya penasaran sama artikel yang ini ternyata soal kasus hak cipta….(sok ngerti mode:on) :D

    saya setuju soal pelanggaran jiplak menjiplak walaupun memang sulit untuk menghentikan pelanggaran tersebut :)

    blog ibarat rumah sendiri.
    jadi klo ada orang tanpa seijin ngambil barang si pemilik rumah, pasti kesel toh..(saya baca awal artikelnya, sepertinya mencet keyboardnya dari jarak 4 cm, :D kidding).

    jadi wajar klo anda meminta hak anda.

    mungkin orang yang PRO dengan jiplak menjiplak, belum pernah merasakan bagaimana rasanya menguras otak berjam-jam dan bagaimana letihnya badan tanpa harus berolahraga karena otak kita yang sudah berkelana kesana kemari…
    setelah kerja keras yang dicapai tiba2 terjiplak oleh orang2 yang ingin mementingkan kepentingan sendiri.
    “coba direnungkan”

    yang penting rasa saling menghargai
    mudah2an bangsa kita bisa terus maju.

    maju terus bung.

Connect with us

thinkrooms on Facebook

Related Post


Fatal error: Class 'TPostList' not found in /home/thinkroo/public_html/thinkrooms.com/wp-content/themes/thinkrooms2010/mvc/models/TPost.php on line 311