<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Manajemen Bisnis – Prinsip dan Standarisasi Manajemen Perusahaan</title>
	<atom:link href="http://thinkrooms.com/2008/03/03/manajemen-bisnis-prinsip-dan-standarisasi-manajemen-perusahaan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://thinkrooms.com/2008/03/03/manajemen-bisnis-prinsip-dan-standarisasi-manajemen-perusahaan/</link>
	<description>Indonesia Application Development Studio</description>
	<lastBuildDate>Sat, 26 Mar 2011 16:57:17 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.5</generator>
	<item>
		<title>By: Yohan</title>
		<link>http://thinkrooms.com/2008/03/03/manajemen-bisnis-prinsip-dan-standarisasi-manajemen-perusahaan/comment-page-2/#comment-1489</link>
		<dc:creator>Yohan</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 20 Sep 2010 17:33:22 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://thinkrooms.com/2008/03/03/manajemen-bisnis-%e2%80%93-prinsip-dan-standarisasi-manajemen-perusahaan/#comment-1489</guid>
		<description><![CDATA[Sebenarnya definisi yg benar itu ya yg sesuai dengan perjanjian awal hitam diatas putiih. Kalau tidak ada perjanjian awal akan susah menentukan mana yang benar. Jalan satu-satunya adalah harus ada kesepakatan dengan investor.]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sebenarnya definisi yg benar itu ya yg sesuai dengan perjanjian awal hitam diatas putiih. Kalau tidak ada perjanjian awal akan susah menentukan mana yang benar. Jalan satu-satunya adalah harus ada kesepakatan dengan investor.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Shelvie Indriani</title>
		<link>http://thinkrooms.com/2008/03/03/manajemen-bisnis-prinsip-dan-standarisasi-manajemen-perusahaan/comment-page-2/#comment-1437</link>
		<dc:creator>Shelvie Indriani</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 18 Sep 2010 03:16:08 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://thinkrooms.com/2008/03/03/manajemen-bisnis-%e2%80%93-prinsip-dan-standarisasi-manajemen-perusahaan/#comment-1437</guid>
		<description><![CDATA[Mas, mohon bantuannya untuk masalah saya.
Saya baru mendirikan perusahaan jasa, dimana modal berasal 100% dari investor. Investor memberikan saya kepemilikan saham 30%. Kepemilikan saham 30% ini dibagi dengan tim saya 4 orang dimana saya dipercaya sebagai direktur di perusahaan tersebut dan investor sebagai komisaris perusahaan.
Saya tidak memberikan modal sepeser pun, kerjasama ini terjalin karena rasa percaya investor kepada kinerja saya dan tim saya.

Sepertinya ada definisi yang berbeda antara saya dengan investor tentang arti &quot;saham&quot;. Investor menafsirkan saham adalah profit yang kita dapatkan setiap bulan dimana saya punya hak 30% dan investor 70%, dan investor tidak lagi memberikan &quot;biaya intelegensi&quot; saya, bahasa sederhananya adalah gaji.
Menurut definisi saya, itu disebut sharing profit.

Menurut saya pribadi, biaya intelegensi saya harus tetap dibayarkan tanpa &quot;mengusik&quot; nilai saham yang ada. Keuntungan nilai jual saham baru akan kita nikmati sampai periode tertentu sesuai dengan keputusan direksi, seperti deviden atau capital gain.

Defini yang mana yang benar dalam hal ini mas?

Mohon penjelasannya, sebelum dan sesudah saya ucapkan banyak terimakasih.]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mas, mohon bantuannya untuk masalah saya.<br />
Saya baru mendirikan perusahaan jasa, dimana modal berasal 100% dari investor. Investor memberikan saya kepemilikan saham 30%. Kepemilikan saham 30% ini dibagi dengan tim saya 4 orang dimana saya dipercaya sebagai direktur di perusahaan tersebut dan investor sebagai komisaris perusahaan.<br />
Saya tidak memberikan modal sepeser pun, kerjasama ini terjalin karena rasa percaya investor kepada kinerja saya dan tim saya.</p>
<p>Sepertinya ada definisi yang berbeda antara saya dengan investor tentang arti &#8220;saham&#8221;. Investor menafsirkan saham adalah profit yang kita dapatkan setiap bulan dimana saya punya hak 30% dan investor 70%, dan investor tidak lagi memberikan &#8220;biaya intelegensi&#8221; saya, bahasa sederhananya adalah gaji.<br />
Menurut definisi saya, itu disebut sharing profit.</p>
<p>Menurut saya pribadi, biaya intelegensi saya harus tetap dibayarkan tanpa &#8220;mengusik&#8221; nilai saham yang ada. Keuntungan nilai jual saham baru akan kita nikmati sampai periode tertentu sesuai dengan keputusan direksi, seperti deviden atau capital gain.</p>
<p>Defini yang mana yang benar dalam hal ini mas?</p>
<p>Mohon penjelasannya, sebelum dan sesudah saya ucapkan banyak terimakasih.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Yohan</title>
		<link>http://thinkrooms.com/2008/03/03/manajemen-bisnis-prinsip-dan-standarisasi-manajemen-perusahaan/comment-page-2/#comment-1408</link>
		<dc:creator>Yohan</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 Sep 2010 12:48:17 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://thinkrooms.com/2008/03/03/manajemen-bisnis-%e2%80%93-prinsip-dan-standarisasi-manajemen-perusahaan/#comment-1408</guid>
		<description><![CDATA[Kalau menurut saya sih, anda harus merekrut orang kepercayaan yang anda kenal betul. Tidak bisa dengan menghire tanpa tahu latar belakangnya. Karena dia akan menjalankan penuh perusahaan anda. Dan yang pasti anda harus memberikan yg terbaik buat orang kepercayaan itu. Karena dialah yang mengatur segalanya. Jangan sampai dia kecewa dengan anda karena kalau anda kehilangan dia bisa-bisa perusahaan anda gulung tikar. Karena mencari orang kepercayaan yang bisa menggantikan kita itu sangat susah. Walaupun melalui seleksi ketat.]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kalau menurut saya sih, anda harus merekrut orang kepercayaan yang anda kenal betul. Tidak bisa dengan menghire tanpa tahu latar belakangnya. Karena dia akan menjalankan penuh perusahaan anda. Dan yang pasti anda harus memberikan yg terbaik buat orang kepercayaan itu. Karena dialah yang mengatur segalanya. Jangan sampai dia kecewa dengan anda karena kalau anda kehilangan dia bisa-bisa perusahaan anda gulung tikar. Karena mencari orang kepercayaan yang bisa menggantikan kita itu sangat susah. Walaupun melalui seleksi ketat.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Josse</title>
		<link>http://thinkrooms.com/2008/03/03/manajemen-bisnis-prinsip-dan-standarisasi-manajemen-perusahaan/comment-page-1/#comment-1404</link>
		<dc:creator>Josse</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 Sep 2010 04:45:03 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://thinkrooms.com/2008/03/03/manajemen-bisnis-%e2%80%93-prinsip-dan-standarisasi-manajemen-perusahaan/#comment-1404</guid>
		<description><![CDATA[Melakukan promosi produk memang harus sebaik mungkin,sehingga dapat menarik banyak konsumen.Mungkin promosi yang telah anda jalankan selama ini belum mampu memikat perhatian dari konsumen,oleh karena itu tingkatkan (rehabilitasi promosi) produk anda dengan lebih menggunakan fasilitas/sarana yang dapat memikat perhatian konsumen.misalnya mengadahkan/mengikuti pameran hasil produk pada event-event tertentu.]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Melakukan promosi produk memang harus sebaik mungkin,sehingga dapat menarik banyak konsumen.Mungkin promosi yang telah anda jalankan selama ini belum mampu memikat perhatian dari konsumen,oleh karena itu tingkatkan (rehabilitasi promosi) produk anda dengan lebih menggunakan fasilitas/sarana yang dapat memikat perhatian konsumen.misalnya mengadahkan/mengikuti pameran hasil produk pada event-event tertentu.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: blazr</title>
		<link>http://thinkrooms.com/2008/03/03/manajemen-bisnis-prinsip-dan-standarisasi-manajemen-perusahaan/comment-page-2/#comment-1381</link>
		<dc:creator>blazr</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 15 Sep 2010 04:32:29 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://thinkrooms.com/2008/03/03/manajemen-bisnis-%e2%80%93-prinsip-dan-standarisasi-manajemen-perusahaan/#comment-1381</guid>
		<description><![CDATA[Halo mas Tio,mohon solusinya.
Saya baru mau mulai buka usaha tapi saya gak mau terlibat didlmnya krn saya punya profesi lain.Nah,yg mau saya tanyakan adalah;
1.Langkah apakah sebaiknya yg hrs saya lakukan agar perusahaan saya ini kelak bisa tumbuh sehat?
2.Bagaimana cara merekrut seorang manager perusahaan yg profesional,hak &amp; kewajiban apakah yg harus saya penuhi sebagai sebagai pemilik usaha?]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Halo mas Tio,mohon solusinya.<br />
Saya baru mau mulai buka usaha tapi saya gak mau terlibat didlmnya krn saya punya profesi lain.Nah,yg mau saya tanyakan adalah;<br />
1.Langkah apakah sebaiknya yg hrs saya lakukan agar perusahaan saya ini kelak bisa tumbuh sehat?<br />
2.Bagaimana cara merekrut seorang manager perusahaan yg profesional,hak &amp; kewajiban apakah yg harus saya penuhi sebagai sebagai pemilik usaha?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: zie</title>
		<link>http://thinkrooms.com/2008/03/03/manajemen-bisnis-prinsip-dan-standarisasi-manajemen-perusahaan/comment-page-2/#comment-1119</link>
		<dc:creator>zie</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 01 Sep 2010 15:56:42 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://thinkrooms.com/2008/03/03/manajemen-bisnis-%e2%80%93-prinsip-dan-standarisasi-manajemen-perusahaan/#comment-1119</guid>
		<description><![CDATA[mudah bisa membantu kuliah saya,,,
saya br masuk manajemen bisnis..
tolong d bantu.
thanks]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>mudah bisa membantu kuliah saya,,,<br />
saya br masuk manajemen bisnis..<br />
tolong d bantu.<br />
thanks</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Angkotm12</title>
		<link>http://thinkrooms.com/2008/03/03/manajemen-bisnis-prinsip-dan-standarisasi-manajemen-perusahaan/comment-page-2/#comment-1090</link>
		<dc:creator>Angkotm12</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 30 Aug 2010 02:49:50 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://thinkrooms.com/2008/03/03/manajemen-bisnis-%e2%80%93-prinsip-dan-standarisasi-manajemen-perusahaan/#comment-1090</guid>
		<description><![CDATA[Terima kasih, maantap!. Kebetulan ane lagi cari topik ilmu bisnis dan manajemen... sedot abiss]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Terima kasih, maantap!. Kebetulan ane lagi cari topik ilmu bisnis dan manajemen&#8230; sedot abiss</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: tyohan</title>
		<link>http://thinkrooms.com/2008/03/03/manajemen-bisnis-prinsip-dan-standarisasi-manajemen-perusahaan/comment-page-2/#comment-1089</link>
		<dc:creator>tyohan</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 28 Aug 2010 19:16:50 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://thinkrooms.com/2008/03/03/manajemen-bisnis-%e2%80%93-prinsip-dan-standarisasi-manajemen-perusahaan/#comment-1089</guid>
		<description><![CDATA[memang itu selalu jadi dilema buat yang mau memulai usaha. Mungkin transisi pelan-pelan. Siapkan dulu usaha anda secara matang baru anda keluar, mulai dari portfolio, networking, website, kartu nama, dll. Networking sangat penting karena akan membantu untuk memulai usaha anda. Jangan keluar tanpa ada persiapan matang. Pastikan sebelum keluar tabungan cukup untuk sekitar 4-5 bulan yang dianggap aman kalau misalnya tidak ada pemasukan. Karena setahu saya kalau anda jalan paralel biasanya sih malah keduanya ga ada yang jalan. Walaupun jalan biasanya masing2 pekerjaan setengah-setengah hasilnya. Bahkan cenderung mengacaukan satu sama lain. Sukses ya.]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>memang itu selalu jadi dilema buat yang mau memulai usaha. Mungkin transisi pelan-pelan. Siapkan dulu usaha anda secara matang baru anda keluar, mulai dari portfolio, networking, website, kartu nama, dll. Networking sangat penting karena akan membantu untuk memulai usaha anda. Jangan keluar tanpa ada persiapan matang. Pastikan sebelum keluar tabungan cukup untuk sekitar 4-5 bulan yang dianggap aman kalau misalnya tidak ada pemasukan. Karena setahu saya kalau anda jalan paralel biasanya sih malah keduanya ga ada yang jalan. Walaupun jalan biasanya masing2 pekerjaan setengah-setengah hasilnya. Bahkan cenderung mengacaukan satu sama lain. Sukses ya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: abay</title>
		<link>http://thinkrooms.com/2008/03/03/manajemen-bisnis-prinsip-dan-standarisasi-manajemen-perusahaan/comment-page-2/#comment-1087</link>
		<dc:creator>abay</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 27 Aug 2010 22:00:19 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://thinkrooms.com/2008/03/03/manajemen-bisnis-%e2%80%93-prinsip-dan-standarisasi-manajemen-perusahaan/#comment-1087</guid>
		<description><![CDATA[mas, saya mau bertanya, saya sekarang baru saja mendirikan perusahaan yg bergerak di bidang design, dan saya pun sekarang masih bekerja di perusahaan lain, menurut mas, apakah saya tetap bekerja dan usaha yang saya kelola saya percayakan kepada org lain kemudian usaha saya dijadikan sebagai sampingan atau saya fokus di usaha saya dan saya keluar dari kantor tempat saya bekerja, kendalanya saya masih merasakan takut untuk keluar dari kantor saya, dikarenakan kalau saya benar-benar terjun langsung, pendapatan saya akan sangat menurun, karena perusahaan saya masih terbilang baru, dan belum banyak menghasilkan, menurut mas jalan mana yang lebih baik untuk di ambil, tolong pencerahannya, terima kasih mas...]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>mas, saya mau bertanya, saya sekarang baru saja mendirikan perusahaan yg bergerak di bidang design, dan saya pun sekarang masih bekerja di perusahaan lain, menurut mas, apakah saya tetap bekerja dan usaha yang saya kelola saya percayakan kepada org lain kemudian usaha saya dijadikan sebagai sampingan atau saya fokus di usaha saya dan saya keluar dari kantor tempat saya bekerja, kendalanya saya masih merasakan takut untuk keluar dari kantor saya, dikarenakan kalau saya benar-benar terjun langsung, pendapatan saya akan sangat menurun, karena perusahaan saya masih terbilang baru, dan belum banyak menghasilkan, menurut mas jalan mana yang lebih baik untuk di ambil, tolong pencerahannya, terima kasih mas&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: tyohan</title>
		<link>http://thinkrooms.com/2008/03/03/manajemen-bisnis-prinsip-dan-standarisasi-manajemen-perusahaan/comment-page-2/#comment-1083</link>
		<dc:creator>tyohan</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 25 Aug 2010 04:44:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://thinkrooms.com/2008/03/03/manajemen-bisnis-%e2%80%93-prinsip-dan-standarisasi-manajemen-perusahaan/#comment-1083</guid>
		<description><![CDATA[Maaf sekali, saya konsultan IT bukan konsultan manajemen. Jadi saya ga bisa membantu untuk keperluan itu karena saya juga ga tau. :D]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Maaf sekali, saya konsultan IT bukan konsultan manajemen. Jadi saya ga bisa membantu untuk keperluan itu karena saya juga ga tau. <img src='http://thinkrooms.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
